Rabu, 21 Maret 2012

ORBITUARI



 lirik Morgue Vanguard (Ucok Homicide) di lagunya Eyefeelsix 'Obituari'.


Lingkaran setan dengan rima tuhan, posse cut bancakan/
Mayoritas dari kalian hanya moron dengan rima bajakan/
menghasilkan lawakan berkalang beat pecun murahan/
lebih banyak dari bekas bacokan di badan preman prapatan/
MC kolektor deodoran/ kotoran kuping sepadan/
kalian dan hiphop adalah Newmont dan air pancuran/
setiap satu MC gas pol lahir di jalan/
ribuan polutan seperti kalian meruyak ke permukaan/
lupakan sound MPC/ ini era RBT/
era MC ringtone seperti kalian rela meng-oral kontol para MD/
laten serupa Lapindo dan penyangkalan Bakrie /
dengan politik nasionalisme usang serupa Pandji/
taji sampah komentar blog/ parodi serupa punk dan mohawk/
serupa sosialite urban membutuhkan botox/
mengganti boombox dengan autotune dan keyboard rhythm/
patetik abadi lebih kekal dari lokalisasi serupa Saritem/
MV & Eyefeelsix, microphone kausa prima/ props pada
FAB, bomb dinding Bandung! persetan Dada Rosada/
neraka paradoks serupa polisi mengedar ulang ganja/
Serupa ormas cinta damai yang menabrak Tisna Sanjaya/

ABRASI

"ABRASI"
BRNDLS feat. Morgue Vanguard
(dari album 'DGNR8' milik BRNDLS, rilis tahun 2011)

CHORUS

Menjemput pagi dengan karbon kopi
Visualisasi abad jahili dan abrasi
Roman wajah kota yang sarat dual disilusi
Raymond Pettibon yang kerap menghiasi
Kekosongan esensi dari identitas generasi kami
Yang sudah mirip karnival para nihilis-nihilis basi
Dengan perspektif tanpa guna serupa spion metromini
Makmum di altar gaya hidup yang siap mengamini
Siapapun di podium selama ia stylish serupa Khadaffi
Berlipat kali menyedihkan serupa terminologi band indie
Masyarakat maya tentu saja lebih buruk sejak
Grafitti protes hanya berkerja di dinding-dinding Facebook
Jika keheningan adalah emas,tanah ini tambang
Sejak kebisingan hanya ornamen estetis para pembangkang
Kemarau panjang menanti jawaban atas tafsiran
Apa arti hiruk pikuk demokrasi jika tak ada keadilan

CHORUS

Kami terbiasa membangun dari berangkal
Kami tidak pernah terbiasa dengan basa-basi penangkal
Solusi penyelamat dari satu despot dengan ribuan pengawal
Yang kota ini perlukan adalah kewarasan massal
Mengkudeta mall dan aspal dengan festival
Tak bisa mengharap mengganti generasi kolot dengan generasi muda virtual
Yang hanya nyaman di hadapan monitor - monitor banal
Yang hanya nyaman dengan Hypebeast sebagai modal
Que Sera - Sera Johnny Thunder satu portal
Dengan mitos sompral bahwa masa muda immortal
Hoax serupa socialite urban menggelar lelang amal
Masa depan Terang atau gelap kami tak perlu peramal
Jika keheningan adalah emas,tanah ini tambang
Sejak kebisingan hanya ornament estetis para pembangkang
Kemarau panjang menanti jawaban atas tafsiran
Apa arti hiruk pikuk demokrasi jika tak ada keadilan
Apa arti hiruk pikuk demokrasi jika tak ada keadilan
Apa arti kotak suara jika tak ada keadilan

negeri kutukan


"Parang dan Tulang Belakan"
D'ARMY featuring MORGUE VANGUARD
(Diambil dari album NEGERI KUTUKAN milik D'ARMY, rilis tahun 2007)

demi setiap jaringan neurotik para pemadat yang kasat saat neraka merapat,
aku menolak menjalani hidup dengan filsafat surga jejadian berbau laknat
pada prinsip pertemanan antara belikat dan belatung penyayat
aku tak perlu basa-basi mulut kalian wahai para kerabat pencium pantat
aku sangat ingat pada kala dan saat, hidup datang dengan taring dan pukat
dengan eskalasi kebusukan tai kucing yang lebih besar dari Jalak Harupat
aku ingat kala dan saat hari menggelap dan siang membolong ber-gagak hitam
kalian datang setengah pitam
meminta lebih dari sekedar tempat rehat dan hisapan ganja selilitan
terpuruk dari himpitan, saat dan kala kita datang bersama masa dimana
mempercayai adalah kata keramat yang lenyap aura entah kemana
persis disore kau datang terlalu cepat dengan nafas rapat
bercabang serupa keyakinan dihadapan krisis iman memilih tuhan, tigaperempat sesat
berikrar menjalani hidup yang tak pernah habis untuk kau umpat
tak lebih dari bubat batin dimana semua lafadz dua mukamu berpusat
serupa alkohol yang kau teguk hingga dasar botol diharimu yang tak pernah luput
dengan seribu satu cerita tentang hidupmu yang tak pernah lurus seperti jembut
kala dan saat hari yang menjadikan kami saksi taklimat selangkangan
kalimat yang kau ulang, usang busuk menyaingi selokan
di setiap belokan, dibelakang punggung kalian berbisikan
lebih berbisa dari mulut seribu pemimpin ormas yang menyulut kebencian
saat dedikasi tak lebih dari bualan
saat pertemanan berujung kesumat dan rapalan kutukan
saat loyalitas hanya omong kosong dan lidah bercabang
saat persahabatan hanyalah penetrasi hujaman paksa Parang pada tulang belakang

Reff:
Parang dan Tulang Belakang
serupa omong kosong cenayang
yang kau hunus, kau tikam dari belakang, manuver musang
serupa laknat berulang,- Parang dan Tulang Belakang

PATHOS

PATHOS
Hiphop dengan kain kafan Tamim
Massa takkan pernah siap serupa rautan cakram DJ Vadim
Menguasai hasrat dalam skala kuasa Nazi dan Firaun Tutankhamen
Berarmamen manajemen konflik, berlaskar seribu anubis penjilat kelamin
Amin, tengoklah angkasa yang menyeranta doa asap mengabulkan
Laknat pada mereka yang membuat ketentraman dengan peluru dan ancaman
di tanah ini menggunung angkara yang dizalimi angka
pekuburan makna dimana kami mengubur harapan serupa kerangka
tak perlu lagi berdebat siapa yang paling gagah heroik dan eksplisit/
karena semua keagungan kudeta meminum semua air mani dari parit/
oponen demokrasi yang berbicara dalam bahasa lintah/ kontra titah
yang lebih hina dari diperintah adalah memilih siapa yang akan memerintah
kalam ini menyaingi belati menolak mampus dalam genggaman menghunus
dari mulut generasi yang mengganti pahlawan dengan sisifus
tanpa modus generik para perancang kosakata pemberangus
dengan manuver klandestin serupa korps Mawar Kopassus
Hidup adalah vakum ilusinasi  perangkum/ didepan api meminta maklum
Menghisap lidahmu mengkonsumsi hampa perlahan menyaingi belatung
Menusuk dari belakang dengan kecepatan Nasum
Serupa toxin Newmont yang membuatmu menjalani hidup tanpa lambung
Merakit ego yang lebih kuat dari kombinasi Stirner dan Kaczinsky/
pantang bersembunyi di selangkangan kedangkalan repetisi/
lirik sampah kalian tak akan pernah intens lagi memukul/
manifestomu tidak tuntas dan melenyap tak jelas seperti Thukul/

kalam ini menyaingi belati menolak mampus dalam genggaman menghunus
dari mulut generasi yang mengganti pahlawan dengan sisifus
tanpa modus generik para perancang kosakata pemberangus
dengan manuver klandestin serupa korps Mawar Kopassus


"Pathos" adalah salahsatu single HOMICIDE dari album split dengan MC Homeless (Rapper dari Oregon, US). Dirilis dalam bentuk vinyl (piringan hitam) tahun 2008, dibawah label Diseased Records. Ada 3 lagu Homicide dalam split ini. Pathos, Belati Kalam Profan (Remix) dan Siti Jenar Cypher Drive (yang juga dimasukkan dalam album Homicide terakhir, Illsurrekshun, sebagai bonus track).

TANDA TANYA

satu pertanyaan mengelayut sayup di benak gue,saat senja di suatu warkop giras dipertigaan cerme.
GUE HIDUP DIMANA????? INDONESIA!!! jawab lirih pikiran kecil gue."YA" ,
BANGGAKAH GUE????? HARUS !!!! jawab lirih lagi-lagi oleh pikiran gue "MUNGKIN" ,
tapi hidup terlalu naif jika ditanya tentang kebangaan tentang negara gue.gue seruput kopi pesanan gue,mencoba menikmati ampasnya yang tersisa di sela-sela gigi. ehemmm....kenikmatan kecil untuk sejenak melupakan pertanyaan yang tidak penting barusan..